BLOG PAGE ONE GOOGLE

SEHAT ITU PENTING | Pusing Mikir Hutang Juga Berdampak pada Kesehatan Jantung

Baca Juga

Pusing Mikir Hutang Juga Berdampak pada Kesehatan JantungFoto: Ari Saputra

SEHAT ITU PENTING Jakarta, Makin hari biaya hidup memang makin tinggi. Sebagian orang bahkan hingga harus gali lubang tutup lubang dan berhutang untuk mencukupi kebutuhan. Namun waspadai dampaknya terhadap kesehatan ya.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet baru-baru ini menyebut mereka yang mengalami kesulitan finansial berpeluang 13 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.

Peneliti mendasarkan temuannya dari pengamatan terhadap 106 pasien yang mengalami serangan jantung dan dilarikan ke sebuah rumah sakit di Johannesburg. Tiap partisipan kemudian diminta menilai seberapa tinggi tingkat stres mereka terkait kondisi finansial.

Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan risiko serangan jantung hingga 13 kali lipat, terutama bagi mereka yang memiliki beban finansial yang 'signifikan'. Sedangkan mereka yang mengalami stres finansial sedang memiliki peluang 5,6 kali lebih tinggi. Untuk mereka yang mengalami stres finansial ringan, risiko serangan jantungnya mencapai 3 kali lipat.

Stres finansial ringan terjadi pada mereka yang memiliki penghasilan namun tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan, sedangkan stres finansial sedang terjadi pada mereka yang berpenghasilan namun terjebak dalam duduk perkara keuangan. Beban finansial yang 'signifikan' dialami oleh mereka yang tidak berpenghasilan dan seringkali kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar.

Dari survei yang dilakukan tiap tahun, American Psychological Association (APA) menemukan bahwa uang atau keadaan finansial selalu menjadi pemicu stres di jajaran teratas dari tahun ke tahun.

Baca juga: Demi Kesehatan, Jangan Sayang Keluarkan Uang Untuk Hal Berikut

Ditambahkan peneliti, jikalau dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular, dampak stres finansial ini sebetulnya sama besar dengan merokok dan tekanan darah tinggi.

Ketua tim peneliti, Dr Denishan Govender mendorong semoga tim medis melaksanakan pencegahan dengan rutin menanyakan tingkat stres atau kondisi mental pasien.

"Biasanya pasien gres diberi konseling setelah serangan jantung terjadi. Secara umum dokter juga jarang menanyakan ihwal kemungkinan stres atau depresi pada pasien," tuturnya menyerupai dilaporkan Medical News Today.

Padahal, lanjut Govender, evaluasi ini sudah harus dibiasakan, menyerupai halnya dikala dokter bertanya apakah pasiennya merokok atau tidak. Dari situ dokter mampu membantu menawarkan konsultasi atau

Baca juga: Mungkinkah Seseorang Bunuh Diri alasannya Terlilit Utang?
Sumber detik.com

0 Response to "SEHAT ITU PENTING | Pusing Mikir Hutang Juga Berdampak pada Kesehatan Jantung"

Post a Comment