BLOG PAGE ONE GOOGLE

SEHAT ITU PENTING | Mengunjungi Kampung Kusta di Pinggiran Jakarta

Baca Juga

Mengunjungi Kampung Kusta di Pinggiran JakartaIstri mantan penderita kusta di kampung kusta Jakarta. Foto: Erika Kurnia/detikHealth

SEHAT ITU PENTING Jakarta, Di pinggiran Bekasi yang tidak jauh dari Ibukota, di Jatibening, terdapat wilayah yang disebut-sebut sebagai Kampung Kusta. Lokasinya hanya 'sepelemparan batu' dari gerbang tol Pondok Gede Timur.

Di antara banyaknya pengidap kusta dibanding tempat lain, menurut catatan pemerintah tempat setempat, ternyata ada dari mereka yang berhasil terbebas dari penyakit abses oleh Mycobacterium leprae ini.

Setelah menghampiri Puskesmas Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, detikHealth menerima informasi untuk berkunjung pribadi ke Kampung Kusta tersebut baru-baru ini. Daerah tersebut berlokasi di Jalan Cemerlang RT06/02, Jatibening Baru, Bekasi.

Melalui isyarat seorang kader kesehatan di RT tersebut, detikHealth kemudian bertamu ke rumah keluarga mantan pengidap kusta, Bapak Ghofur, yang disambut pribadi oleh sang istri, Mpok Rohila.

"Tadi pagi aku lihat kupu-kupu besar di rumah. Eh, beneran menandakan mau ada tamu," katanya sambil menyodorkan gelas es teh manis, sebelum memulai perbincangan di rumah yang kini hanya ditinggali pasangan suami istri 65 tahun tersebut.

Sayangnya, Pak Ghofur tidak mampu bergabung alasannya yaitu masih sibuk bekerja sebagai tukang ojek.

"Alhamdulillah, bapak udah sembuh dari kusta. Mulai gejala sih kita udah liat dari 8 tahun lalu. Tapi, yang parah itu dua tahun lalu ini lah," kata Mpok Rohila, memulai kisahnya.

Ia menceritakan, pada awalnya, sang suami memiliki semacam kurap di wajahnya. Kondisi tersebut lama kelamaan semakin meluas, menjadi memerah, dan lembap menyerupai cacar air yang pecah.

"Jadi dulu awalnya cuma kayak kurap. Di sini nih, di bawah mata, terus sekeliling wajah. Lama kelamaan kok memerah, terus lembap kayak cacar air pecah gitu, gimana sih. Ih, geli deh liatnya. Dari muka ke leher, tangan, semuanya," ungkapnya sambil bergidik.

Baca juga: Rindu Tak Berbalas Eks Pasien Kusta Pada Kampung Halaman

Kondisi serupa ternyata ia juga temui pada beberapa tetangga satu RT-nya. Beberapa di antara mereka bahkan sudah menjadi almarhum alasannya yaitu kusta yang tidak tertolong. Sampai ketika ini, bahkan masih ada empat warga setempat yang belum terbebas dari kusta.

"Di RT ini aja yang meninggal udah tiga orang. Pertama itu dulu tahun 90-an. Ada lagi yang nurunin ke anaknya lalu meninggal. Terakhir belum lama ini Bang Ryan (nama disamarkan). Nah, jikalau di sini yang masih sakit ada empat, termasuk menantu yang gres meninggal kemarin," tuturnya.

Penyebaran kusta di Indonesia. Data penyebaran kusta di Indonesia. Foto: Infografis


Ibu yang memiliki empat anak dan sembilan cucu ini mengatakan, mereka yang meninggal atau belum sembuh dari kusta menyerupai suaminya belum mau berinisiatif untuk menerima pengobatan yang layak.

"Almarhum Bang Ryan itu, pas diajak berobat sama bapaknya enggak mau. Padahal aku sama Pak RT udah ajakin berobat bareng. Tapi ia enggak mau alasannya yaitu biayanya gede, katanya. Kalau ikut sama saya, pasti mampu sembuh," tuturnya.

Pak Ghofur sendiri berhasil sembuh setelah berobat ke Rumah Sakit Khusus Kusta Sitanala di Tangerang. Setelah mengikuti pengobatan selama kurang lebih enam bulan, gejala kusta yang diidap berangsung menghilang tanpa meninggalkan cacat tubuh.

Seperti diketahui, penyakit kusta atau lepra merupakan abses yang menyerang saraf tepi dan sering ditandai bercak pada kulit. Jika tidak segera dideteksi dan ditangani, kusta mampu menimbulkan abnormalitas sampai kematian.

Baca juga: Infografis: Kondisi Terkini Penyakit Kusta di Indonesia


Sumber detik.com

0 Response to "SEHAT ITU PENTING | Mengunjungi Kampung Kusta di Pinggiran Jakarta"

Post a Comment