BLOG PAGE ONE GOOGLE

BLOG PAGE ONE GOOGLE | TERAPI RADIASI KANKER PROSTAT

Baca Juga

Metode pengobatan dengan cara terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobati  BLOG PAGE ONE GOOGLE | TERAPI RADIASI KANKER PROSTAT
Metode pengobatan dengan cara terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobati pembedahan, di mana radiasi digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Secara umum untuk pengobatan radiasi terbagi dalam beberapa macam radiasi yaitu radiasi eksternal, radiasi internal, serta radiasi sistemik yang mengalir dalam darah seluruh tubuh. Namun, sering kali dokter hanya menggunakan dua macam radiasi yaitu radiasi eksternal dan radiasi internal. Terkadang seorang penderita kanker mendapatkan kombinasi ketiga jenis radiasi ini.

Jenis radioterapi

Radiasi ekternal

Radiasi ekternal bertujuan untuk menghancurkan semua jenis kanker, termasuk kanker prostat. Radiasi ini menggunakan sebuah mesin yang besar di luar badan penderita. Perawatan ini biasanya 5 hari seminggu selama beberapa minggu, penderita tidak perlu melaksanakan rawat inap dan cukup dengan rawat jalan.

Untuk penderita kanker prostat yang sudah menyebar (metastase) terapi ini berfungsi untuk menghilangkan gangguan yang sering dialami penderita kanker dan untuk menghilangkan rasa nyeri.

Radiasi eksternal digunakan sebagai tindakan pencegahan (prophylatic cranial irradiation, PCI) supaya sel kanker tidak menyebar ke jaringan badan yang lain.

Radiasi internal (Brachytherapy)

Radiasi internal selain digunakan untuk pengobatan kanker prostat sering pula digunakan untuk mengobati kanker kandungan, payudara, leher rahim, thyroid, kanker tempat kepala dan leher.

Radiasi internal disebut juga radiasi implant atau radiasi brachytherapy yang berisi isotop radioaktif iodine, strontium 89, fosfor, palladium, iridium, cesium, fosfat, atau cobalt yang dimasukkan ke dalam jaringan kanker. Implant ini menghasilkan sinar radioaktif, tidak berbahaya dan tidak perlu dilepas. 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pada penderita harus menjalani perawatan rawat inap di ruangan tersendiri.

Radiasi sistemik

Penderita yang menjalani terapi radiasi sistemik harus menjalani rawat inap, hal ini dikarenakan pada waktu tertentu cairan yang di suntikkan bersifat radioaktif. Sisa dari radioaktif yang tak terpakai akan keluar dengan sendirinya melalui keringat, air kencing, dan air liur dari dalam tubuh.

Radiasi sistemik digunakan untuk pengobatan kanker thyroid dan non-Hodgkin’s lymphoma. Bahan radioaktif ditelan atau disuntikkan, yang akan mengalir mengikuti fatwa darah keseluruh tubuh.

Radioterapi - Efek Samping radioterapi

Perbedaan antara terapi radiasi dengan kemoterapi ialah efek samping yang dihasilakan radioterapi berbeda tergantung pada tempat badan yang diterapi. Efek radiasi tidak selalu ada, tetapi ada yang mengalami rasa tidak nyaman, bahkan cukup parah. 

Efek samping yang dirasakan biasanya muncul beberapa hari/minggu semenjak terapi dimulai, ada juga gres muncul beberapa bulan atau berapa tahun setelah terapi. Biasanya timbul rasa lemah dan tidak bertenaga, beberapa ahad semenjak dimulai radioterapi gres muncul. 

Hal ini mampu disebabkan karena kurang darah, stres, kurang tidur, nyeri, kurang nafsu makan, atau capai karena rutinitas ke rumah sakit setiap hari. Untuk memulihkan sel-sel sehat yang rusak akhir radiasi badan membutuhkan banyak energi. Efek ini akan menghilang setelah radiasi dihentikan .

Efek samping lain yang umum terjadi ialah perubahan warna kulit pada tempat terapi. Setelah melaksanakan beberapa kali terapi kulit akan tampak merah, gosong, kemudian akan menjadi kering dan gatal. Ada juga yang menjadi lembab, basah, iritasi/lecet terutama episode lipatan tubuh. Efek samping ini akan menghilang beberapa ahad setelah terapi ini dihentikan.

Efek samping internal radiasi dapat menimbulkan inkontinensia. Biasanya akan menghilang dan tidak lama. Artikel sehat prostatku ini didapat dari banyak sekali sumber dan wikipedia.

Baca juga perihal pengertian prostat dan kanker prostat.

0 Response to "BLOG PAGE ONE GOOGLE | TERAPI RADIASI KANKER PROSTAT"

Post a Comment